Susanti Kim’08

Mei 12, 2009

Apakah tanaman dapat mengurangi CO2 di udara?

Filed under: Uncategorized — santimuslim @ 7:55 am

(http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_dioksida)
Tumbuhan membutuhkan CO2 untuk pertumbuhannya. Tumbuh-tumbuhan mengurangi kadar karbon dioksida di atomosfer dengan melakukan fotosintesis, disebut juga sebagai asimilasi karbon, yang menggunakan energi cahaya untuk memproduksi materi organik dengan mengkombinasi karbon dioksida dengan air. Oksigen bebas dilepaskan sebagai gas dari penguraian molekul air, sedangkan hidrogen dipisahkan menjadi proton dan elektron, dan digunakan untuk menghasilkan energi kimia via fotofosforilasi. Energi ini diperlukan untuk fiksasi karbon dioksida pada siklus Kalvin untuk membentuk gula. Gula ini kemudian digunakan untuk pertumbuhan tumbuhan melalui repirasi
Tumbuh-tumbuhan juga mengeluarkan CO2 selama pernafasan, sehingga tumbuhan yang berada pada tahap pertumbuhan sajalah yang merupakan penyerap bersih CO2. Sebagai contoh, hutan tumbuh akan menyerap berton-ton CO2 setiap tahunnya, namun hutan matang akan menghasilkan CO2 dari pernafasan dan dekomposisi sel-sel mati sebanyak yang dia gunakan untuk biosintesis tumbuhan.[21] Walaupun demikian, hutan matang jugalah penting sebagai buangan karbon, membantu menjaga keseimbangan atmosfer bumi. Selain itu, fitoplankton juga menyerap CO2 yang larut di air laut, sehingga mempromosikan penyerapan CO2 dari atmosfer.[22]

http://takadakatakata.blogspot.com/2009/01/rumahku-hijau-sahabat-bumiku.html
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa penghijauan mempunyai manfaat yang cukup banyak. Penghijauan itupun berkaitan dengan usaha untuk mengurangi CO2 yang ada di udara. Menurut PP RI no.63/2002, fungsi penghijauan di perumahan adalah sebagai penyerap CO2, penghasil oksigen, penyerap polutan (logam berat, debu, belerang), peredam kebisingan, penahan angin dan peningkatan keindahan.
Menurut penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum, tanaman penghijau rumah dapat dibagi berdasarkan kemampuan pohon sebagai penyerap CO2 dan polutan udara serta kemampuan meredam kebisingan dan juga tanaman produktif.
1. Tanaman Penyerap CO2
– Beringin (Ficus Benyamina)
– Puring (codiaeum interuptum)
– Sri rejeki (aglaonema costatum)
– Aglaonema
– Palem kuning (pandanus utiis)
– Pisang-pisangan (Heliconia)
– Lidah mertua (sanseviera trifaciata-laurentii)
Lidah mertua sejak dahulu kala terkenal sebagai tanaman yang dapat menyerap CO2.
2. Tanaman penyerap logam berat
Kenikir yang sering digunakan sebagai sayuran ternyata dapat menyerap logam berat. Teh-tehan yang sering dimafaatkan sebagai pagar hijau juga bisa menyerap logam berat.
3. Tanaman peredam kebisingan
Bambu jepang yang sering digunakan untuk menghiasi dinding halaman rumah ternyata mampu meredam kebisingan.

http://www.analisadaily.com/?option=com_content&view=article&id=836:menanam-pohon-berarti-mewariskan-oksigen-ke-anak-cucu&catid=97:lingkungan&Itemid=127&fontstyle=f-smaller
Seperti halnya tumbuhan pohon pun juga dapat digunakan untuk mengurangi CO2. Ada banyak manfaat pohon bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya di muka bumi ini. Antara lain, mengurangi polutan gas CO2 yang lepas ke udara dan terakumulasi di atmosfer. Pohon adalah “pelahap” CO2 yang rakus.
Dalam pertumbuhannya, sebatang pohon membentuk masa batang, utamanya dari karbondisoksida yang diserap untuk fotosintesis. Sebatang pohon mampu menyerap 6 kg CO2/tahun. Karena itu 1 acre (± 4.047 m2) hutan berisi pepohonan muda menyerap 2,5 ton CO2/tahun.
Pohon mencapai kemampuan maksimalnya menyerap CO2 sekitar usia 10 tahun. Sebatang pohon yang ditanam di perkotaan (yang notabene memiliki kadar polusi CO2 lebih tinggi) setara nilainya dengan penyerapan CO2 oleh 15 pohon di hutan Pepohonan membersihkan udara yang kita hirup. Partikel debu, CO, SO2, dan polutan-polutan lain akan diserap oleh tanaman sehingga kita bisa menghirup udara yang lebih baik kualitasnya

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa berbagai tanaman dapat kita gunakan untuk mengurangi polutan gas CO2. Maka dari itu mari kita tingkatkan penghijauan untuk menyelamatkan bumi kita.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: